Kantor PSSI Akan Dipindah Ke Rutan Salemba
“Hal ini perlu dilakukan. Memang diakui bahwa hampir tidak ada bedanya Pak Nurdin aktif dipengurusan atau tidak. Akan tetapi, dengan cara seperti ini, Pak Nurdin jadi memiliki sesuatu untuk dikerjakan selama menjalani masa hukumannya”
Jakarta - Vonis boleh dijatuhkan, isu Munaslub boleh didengungkan, kepengurusan PSSI boleh terpecah, tapi Nurdin Halid tetap berpegang pada komitmennya untuk tetap memimpin PSSI, demikian diungkapkan Nugraha Besoes, Sekjen PSSI setelah mengadakan pembicaraan selama 2 jam dengan Nurdin Halid di Rutan Salemba siang ini.
“Jangankan desakan dari pengurus daerah, Pak Nurdin bahkan tidak perduli dengan desakan AFC untuk dilakukannya perubahan pada tubuh PSSI. Beliau tetap akan memegang mandat yang diberikan padanya, memimpin PSSI dengan cara bagaimanapun dan darimanapun yang memungkinkan”
Ketika ditanyakan lebih detil mengenai isi pembicaraannya dengan Nurdin Halid, Nugraha menyampaikan rencana Nurdin untuk memindahkan kantor pusat PSSI ke Rutan Salemba.
“Dengan demikian, Pak Nurdin tetap dapat melakukan tugasnya. Hal ini perlu dilakukan. Memang diakui bahwa hampir tidak ada bedanya Pak Nurdin aktif dipengurusan atau tidak. Akan tetapi, dengan cara seperti ini, Pak Nurdin jadi memiliki sesuatu untuk dikerjakan selama menjalani masa hukumannya. Mengenai detil kepindahan kantor pusat ini memang seharusnya dibicarakan terlebih dahulu dengan pengurus yang lain, tapi saya yakin tidak ada yang akan keberatan. Toh mereka masih punya banyak sekali urusan yang belum selesai. Masalah dengan liga misalnya”
Ketika hal ini dikonfirmasikan ke seorang sumber dalam PSSI yang tidak bersedia disebutkan namanya, sumber tersebut mengatakan bahwa dia tidak tahu mengenai rencana perpindahan kantor pusat PSSI tersebut. Bahkan sepengetahuannya, kantor pusat PSSI di Senayan sudah jarang dikunjungi pengurus PSSI.
“Apa? Pindah kantor? Kerjaan saya gimana dong pak? Padahal saya bersih-bersih disini sudah bertahun-tahun”
(spf#01)

